Kementerian Komunikasi dan Informatika Rumuskan Kajian Awal Nation Branding
by , 22 February 2017
0
nation branding

“Dengan membangun nation branding, Indonesia akan memfokuskan diri terhadap kreatifitas  di semua sektor. Meningkatnya ekspor produk kreatif ke luar negeri dan rasa bangga dalam diri rakyat adalah efek yang mucul”-  (Menteri Perdagangan RI, 2009 dalam Burhani, 2009:5)

Nation branding adalah sebuah citra sebuah negara. Saat ini, Indonesia belum memiliki konsep dan strategi nation branding dalam skala nasional. Berbagai upaya pembentukan branding pun dilakukan oleh Kementerian/Lembaga Indonesia. Menurut Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan Indonesia pada 2004-2009 dan 2009-2011, mengatakan bahwa Indonesia akan membuat branding negara yang akan digunakan secara nasional sebagai upaya untuk memajukan sektor pariwisata, investasi, dan perdagangan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika turut serta merumuskan nation branding. Kajian awal yang bertujuan mendapatkan gambaran persepsi dan ekspektasi stakeholder untuk bahan perumusan pun diselenggarakan. Indonesia adalah negara keempat dengan penduduk terpadat di dunia namun Indonesia tak populer seperti tiga negara teratas lainnya.

Membangun citra positif sebuah negara sangat penting, tak seperti sekarang dimana Indonesia kerapkali mendapat persepsi negatif yakni negara religius yang sangat erat kaitannya dengan terorisme serta infrastruktur yang kurang memadai. Perlunya kehadiran pemerintah yang kuat, stabil dan dapat mengelola opini publik yang berkembang serta memberi kejelasan informasi kepada masyarakat menjadi salah satu poin penting.

Saat ini Indonesia belum memiliki produk unggulan atau ikon yang telah dikenal secara global. Hal tersebut terjadi karena daya saing produk atau jasa perlu ditingkatkan. Salah satu upaya adalah dengan memberlakukan sertifikasi pada produk atau jasa, khususnya yang berorientasi ekspor. Nantinya, produk tersebut pun harus memiliki kemasan yang lebih baik dan menarik.

Pada era ini, pengaruh kemajuan zaman membuat generasi muda kurang menghargai budaya kita, Indonesia. Padahal, budaya merupakan kekuatan bagi Indonesia untuk menopang sektor pariwisata. Keragaman budaya adalah kekayaan bangsa. Kita harus terus mengembangkan budaya dengan melakukan pelestarian budaya lokal dan memberikan pendidikan terkait hal tersebut, terutama di berbagai tingkat jenjang pendidikan/sekolah.

Dalam sektor pariwisata, meskipun belum melibatkan semua stakeholder namun dirasa sektor ini  sudah menunjukkan perkembangan yang pesat. Meskipun begitu, kondisi sosial dan politik harus terus dikelola dengan baik agar terus memberi dampak positif pada promosi pariwisata yang tengah dilakukan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memegang peranan sentral yakni menyebarluaskan pesan atau informasi kepada stakeholder terkait citra positif Indonesia. Melalui nation branding, diharapkan publik dapat menambah edukasi akan peningkatan kualitas negara sehingga dapat meningkatkan kesadaran publik akan potensi dan pesona Indonesia. Melalui kajian awal yang telah disusun, harapannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat mendukung penerimaan dan penyampaian pesan kepada publik termasuk info terkait nation branding yang akan terbentuk nantinya.

Berbagai teknik pengumpulan data dilakukan untuk merumuskan kajian awal Nation Branding. Mulai dari wawancara mendalam hingga Focus Group Discussion bersama pihak terkait seperti perwakilan Kementerian/Lembaga, perwakilan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, juga dengan pihak eksternal seperti perwakilan pengusaha, media massa, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Semua pihak berhak memberikan persepsi terhadap nation branding namun nantinya harus mendapat keputusan dari Presiden. Forum yang dibentuk pun juga harus dimanfaatkan dengan baik dan melakukan sinkronisasi antar Kementerian/Lembaga. Disini, sosial media turut memegang peranan penting dalam hal publikasi nation branding.

Sektor pariwisata bisa menjadi pintu masuk bagi transaksi perdagangan untuk menambah pendapatan Negara. Itupun bisa menjadi peluang bagi Kementerian Perdagangan dalam mengembangkan strategi dan aktivitas perdagangan. Konsumsi barang dan jasa yang berkelanjutan dapat memicu investor untuk memulai bisnis dan investasi Indonesia. Seluruh proses tersebut tentu tak lepas dari seluruh dukungan Kementerian/Lembaga untuk saling bekerja sama.

Adapun peran Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku komunikator nation branding Indonesia, perlu merumuskan strategi komunikasi publik, mendefinisikan penggunaan perangkat dan media publikasi, dan mendefiniskan indikator keberhasilan komunikasi publik dengan jelas dalam rangka implementasi  nation branding.

Dengan adanya susunan kajian awal nation branding, diharapkan sinergi yang dilakukan antar Kementerian/Lembaga dapat terjalin dengan baik. Sehingga dapat melahirkan nation branding yang benar-benar menggambarkan identitas negara kita sebagai bangsa yang “satu” dan “bhinneka”. Adapun nation branding dapat terbentuk mewakili berbagai sudut pandang yakni pemerintah, produk/jasa, budaya, masyarakat, wisata, dan investasi.

 

(Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Sumber foto : https://www.linkedin.com/pulse/egypt-nation-brand-view-fouad-darwish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>