Cara Praktisi PR Melawan Berita Hoax
by , 14 December 2016
0
world-news-daily-report-fake-news (1)

Sudah banyak orang yang mengeluhkan tentang beredarnya berbagai berita dari situs yang tidak kredibel (katakan saja media online abal-abal). Entah kenapa, sebagian besar informasi yang berasal dari media abal-abal ini cenderung negatif. Bisa jadi media tersebut memang punya agenda atau mengerti tentang kebutuhan publik untuk membaca dan menyebarkan berita negatif tentang brand, baik itu perusahaan maupun personal, di saat butuh, media punya banyak cadangan berita yang bisa disajikan dan sebagian besarnya bisa dikatakan kebenarannya tidak dapat dibuktikan alias hoax.

Kehadiran berbagai media ini punya potensi ancaman bagi PR yang tanggung jawabnya turut menjaga reputasi perusahaan di digital media. Dalam kondisi yang dijelaskan di atas, apapun kesalahan yang dilakukan bisa dimanfaatkan oleh media abal-abal ini. Kalau ditanya kenapa bisa, karena identitas “jurnalis” dari media ini pun sulit untuk diketahui dan bisa jadi dalam menjalankan tugasnya, mereka tidak berpegang pada etika jurnalistik.

Dengan berbagai kemungkinan yang terjadi, publicrelationstoday.com pernah memuat tulisan dari Dorothy Crenshaw, pendiri agensi Crenshaw Communications di Amerika Serikat, tentang bagaimana PR dapat melawan berita-berita hoax. Tujuannya adalah masyarakat bisa mendapatkan berita yang berdasarkan fakta oleh media yang kredibel.

  1. Dukung media resmi.

Ini yang selama ini dilakukan oleh praktisi PR. Namun sebaiknya dukungan dalam bentuk langganan ke media resmi baik cetak maupun online terus dilanjutkan. Penggunaan ad block di browser juga dapat mempengaruhi kualitas konten

  1. Jangan menggampangkan

Berita hoax atau tidak benar biasanya tidak muncul begitu saja. Bisa jadi berita itu muncul sebagai hasil dari mispersepsi atau misakusrasi yang tidak pernah dibenarkan sehingga menjadi terbuka untuk “diolah”. Penting bagi praktisi PR untuk memeriksa dengan detail fakta atau informasi yang disampaikan ke publik dan tetap transparan ke jurnalis dan klien tentang informasi tersebut

  1. Jangan lupa cantumkan sumber

Dalam hal kutipan, praktisi PR harus selalu mencantumkan sumber meskipun kutipan tersebut dapat diakses oleh publik

  1. Segera mengklarifikasi ketidakbenaran

Situasi di mana media abal-abal menyebarkan berita hoax sudah biasa didapati dan memang jika tidak cepat diklarifikasi bisa berpengaruh pada reputasi perusahaan. Yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan pihak ketiga yang punya kemampuan untuk memberikan informasi yang benar

  1. Jangan meneruskan berita hoax

Sebaiknya berita hoax tersebut tidak disebarkan atau dijadikan sebagai rujukan kecuali dengan maksud untuk melaporkan dan memblokir media yang memberitakan

  1. Fokus

Dengan pengakses internet yang punya keyakinan berbeda dan setiap orang ingin membuktikan bahwa pendapat merekalah yang paling benar terhadap sesuatu. Jangkau mereka dengan pesan yang sesuai

  1. Follow the money

Jika ada informasi yang perlu disampaikan, misalnya fakta tentang kesehatan, kita sebaiknya juga cermat dan transparan tentang siapa yang mendanai dan pelanggan sebagai penerima informasi berhak mengetahui tentang pihak yang mendanai dan pihak yang mendapatkan keuntungan

Gambar: naturalnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>