Komunitas Otomotif Sebagai Brand Endorser
by , 1 July 2016
0
Otomania

Untuk menuliskan faktor-faktor yang berpengaruh pada keputusan pembelian bisa saja menghasilkan daftar yang panjang. Namun bagi beberapa brand, komunitas justru bisa diandalkan sebagai brand endorser yang menghubungkan brand dengan konsumen serta calon konsumen.

Sederhananya, brand endorser merupakan pihak-pihak yang diimanfaatkan untuk merepresentasikan sebuah brand dan memperkenalkannya kepada khalayak termasuk target marketnya. Brand endorser bisa dari mana saja, artis, penyanyi, atau komunitas.

Dalam pasar otomotif, keputusan untuk membeli produk cukup dipengaruhi oleh komunitas-komunitas otomotif. Komunitas bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi dapat dijadikan sebagai momen kedekatan brand dengan lini marketing mereka.

Tengok yang dilakukan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Jerry Amran, Head of MMC Public Relations Section KTB saat KopDarNas Perkumpulan Pajero Indonesia One (PPI1) beberapa waktu lalu mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendukung komunitas produk yang sedang eksis dijual, termasuk di dalamnya Pajero Sport, Mirage, dan Outlander Sport.

”Kami selalu mendukung kegiatan mereka, karena komunitas bisa dibilang sebagai salah satu brand ambassador merek dan produk. Mereka selalu menyuarakan hal-hal baik dan terus bangga terhadap produk,”

Tidak sampai disitu Dukungan KTB terhadap komunitas pun ”dibalas” dengan saran atau masukan tentang produk yang terus mengalir untuk memperbaiki kualitas produk. KTB mengakui, bahwa komunitas menjadi salah satu evaluator terhadap produk agar kualitasnya terus bisa ditingkatkan demi kepuasan pengguna.

Ada kutipan menarik dari buku Fashion Branding dari Bruno Hasson, CEO Sophie Paris. Kurang lebih menggambarkan kenapa komunitas itu relevan untuk dijadikan brand endorser.

“Kata orang: “Bukan masalah apa produknya namun bagaimana cara Anda menjualnya.” Jika produknya bagus, brandnya positif, namun member salah ketika menyampaikan produk maka bisa jadi produk yang brand bagus bisa menjadi jelek dan tidak dihargai.”

Jika kalian tergabung dalam komunitas, entah itu otomotif, lingkungan hidup atau yang lainnya, pasti kalian sudah pernah bercerita tentang produk yang kalian pakai bukan? Cobalah untuk melihat apa reaksi lawan bicara kalian ketika akan membeli produk tersebut, apakah brand yang kalian gunakan yang akan mereka pilih?

Penulis:

Feldian Pramudias

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Gambar: otomania.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>