7 Kesalahan Instagram yang Harus Dihindari Praktisi Media Sosial
by , 29 July 2016
0
Instagram-Header-21-e1419808400651

Instagram telah berpindah cepat dari sepatu dan teman baru kemudian memasukkan produk dan bisnis baru. Paling baru, Mark Zuckerberg, anak muda yang menciptakan facebook sekaligus mengakuisisi Instagram dan punya hobi mengkoding ini baru saja mengumumkan bahwa Instagram kini telah memiliki 500 juta pengguna aktif setiap bulannya. Tidak heran bahwa banyak perusahaan yang sadar akan visibility di jejaring berbagi foto tersebut. Meskipun hadir di Instagram, tidak ada satupun yang ingin feed-nya dipenuhi dengan gambar dan iklan perusahaan yang menjengkelkan. Tidak ada yang lebih buruk daripada datang dan tidak mengerti audiens anda yang terdiri dari mereka yang sebagian besar berusia belasan hingga dua puluhan tahun.

Instagram memiliki beberapa fitur yang unik. Jika Anda merasa bingung dengan gagasan filter, hashtags, keterangan, dan pengikut, atau hanya mencari cara untuk meningkatkan visibility brand, dan jika anda adalah orang yang bertanggungjawab atas performa media sosial sebuah brand maka sebaiknya hal-hal ini perlu dihindari.

1. Tidak ada link dalam akun bio Anda

Bio profil Anda adalah satu-satunya tempat di mana Anda dapat menambahkan link website anda, bisa jadi dari sini website brand bisa dikunjungi oleh target audiens brand. Sayangnya, banyak perusahaan yang masih abai sehingga kesempatan membangun kesadaran dan basis pelanggan mereka hilang.

Ketika orang menungunjungi feed Instagram Anda dan mengagumi semua produk atau jasa berharga yang Anda tampilkan, salah satu pertanyaannya adalah, “Di mana aku bisa mendapatkannya?” jika pertanyaan itu muncul, apa yang mereka lakukan? Sementara menambahkan website address hanya butuh beberapa klik dan ketikan. Jika Anda membutuhkan tips dalam membuat bio Instagram, petunjuk ini dapat membantu Anda.

2. Diam dan Tidak Terhubung dengan Pengguna Lain

Seperti kebanyakan platform media sosial lainnya, Instagram bukan tipe “set it & forget it”. Dalam rangka untuk mendapatkan hasil maksimal dari alat ini, Anda harus mengikuti pengguna lain yang relevan (Anda menemukannya melalui pencarian hashtag, discover halaman, atau melihat yang follower Anda ikuti/diikuti) dan terhubunglah dengan mereka. Jangan memberikan sembarang likes, tapi pastikan untuk mengomentari foto mereka di saat yang tepat.

Demikian juga, jika seseorang meninggalkan komentar di salah satu foto Anda, luangkanlah waktu untuk merespon. Marketing dan branding, PR itu semua tentang membangun hubungan, sehingga masuk akal untuk benar-benar mengambil bagian dalam percakapan dengan komunitas Instagram Anda.

3. Menyalahgunakan hashtag

91 persen dari pos Instagram mengandung antara 1 hingga 7 hashtag, ini jadi alasan kenapa hastag patut digunakan dengan tepat. Namun, sudah jadi kebiasaan, apapun itu hastag yang lagi ramai digunain, diambil juga untuk postingan yang sama skali tidak ada hubungannya. Penyalahgunaan hashtag lain juga adalah jumlah hastag yang berlebihan atau bisa juga tidak pakai hastag sama sekali. Fungsi utama hashtag untuk memperbesar kemungkinan postingan kita dijangkau oleh orang lain yang juga sedang mencari atau memperbincangkan topik serupa. Penyalahgunaan hastag malah akan menurunkan nilai media sosial anda.. #Jangan #Melakukan #Seperti #Ini

Jadi masalah jika konten anda berkualitas tetapi tidak menyertakan hashtag sama sekali, entah anda sadar atau tidak, selain followers anda, tidak akan ada yang bisa membaca postingan anda dan kesempatan untuk memperbesar jangkauan pesan menjadi lebih kecil.

4. Menjadi Terlalu Promotional

Mungkin sebagian dari teman-teman pernah dengar kalimat ini “teman lama tiba-tiba hubungin, nanya kabar, kirain sampai situ aja, ternyata diprospekin”. Kurang lebih praktik seperti ini juga terjadi di media sosial. Padahal,  ajakan-ajakan seperti ini jika dilakukan terus-menerus sangatlah mengganggu dan jadi cara cepat untuk jauh dari audiens brand kita. Jika semua postingan anda adalah gambar produk Anda sendiri atau logo, follower Anda pasti akan kehilangan minatnya. Sebaliknya, lakukan pendekatan yang lebih soft dan cobalah untuk merepresentasikan brand anda melalui gambar-gambar yang tepat.

Kunjungilah Instagram Levi’s, brand fashion global ini, akan sulit anda temukan konten yang fungsinya promosi, beli satu gratis satu atau lainnya. Akun Levi’s lebih menonjolkan gaya hidup. Tidak hanya itu, sebagian dari postingan dia berasal dari orang-orang yang menggunakan produknya.

 Instagram Levi's

5. Over posting dan under posting

Kemampuan yang perlu dimiliki untuk mengelola media sosial adalah mengetahui jumlah postingan ideal dalam periode tertentu. Seperti halnya promosi, singkatnya terlalu sering memposting itu artinya spamming dan bukan cara tepat untuk menjalin hubungan.

Di sisi lain, ketika Anda tidak sering mengunggah konten, follower akan mengira Anda malas dan acuh terhadap dan anda akan dilupakan.

Beberapa tips ini bisa jadi berguna:

  • Postinglah secara konsisten, jelas-jelas lebih baik ketika anda memposting 1 postingan setiap hari dibandingkan 7 postingan secara berturut-turut.
  • Gunakan feature-feature yang ditawarkan pihak ketiga yang bisa mengatur jadwal postingan
  • Perhatikan seberapa sering akun populer mengunggah postingan, coba ikuti langkah mereka
  • Cobalah menggunakan gambar “evergreen”. Gambar Evergreen adalah gambar yang bisa diposting kapan saja, tidak lekang oleh waktu. Kapanpun followers anda melihat gambar tersebut, mereka tetap tertarik meskipun sudah lama berada di instagram anda.

6. Menggunakan Gambar Berkualitas Rendah

Instagram melekat dengan media visual, sehingga jangan pernah memposting foto yang tidak atraktif dan membosankan. Mayoritas foto di Instagram berasal dari smartphone pengguna, namun beberapa prinsip fotografi sederhana dan aplikasi editing tak terhitung jumlahnya dengan begitu tidak ada alasan untuk gambar yang tidak layak.

7. Mengabaikan Angka

Agar performa akun lebih maksimal, statistik perlu mendapat perhatian lebih. Cobalah konsep trial and error, Anda bisa melakukan percobaan untuk mengetahui waktu yang tepat untuk dapat terhubung dengan audiens dalam artian dari jumlah likes, komentar dan follower baru. Masing-masing audiens punya waktu yang berbeda untuk menggunakan Instagram, temukan waktu yang tepat.

Meskipun statistik tidak menjadi satu-satunya indikator kesuksesan akun, statistik bisa membantu memberikan indikasi jika yang Anda lakukan benar (atau salah) pada waktu tertentu.

Ketika ini semua dilakukan dengan benar, Instagram adalah cara yang luar biasa untuk berbagi visi merk Anda dengan dunia. Selamat berpetualang di Instagram, teman-teman.

Penulis:

Aden Gusti

Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Universitas Brawijaya, Malang

Disadur dari hootsuite.com

 Gambar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>