Steller, Akankah Bertahan Lama di Indonesia?
by , 8 June 2016
0
Steller

Cerita, visual dan audio. Tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dari orang Indonesia. Orang Indonesia selalu suka bercerita. Bisa dikatakan, di media sosial manapun, orang Indonesia tidak pernah habis bercerita dan menyebarkan pesan tentang apapun. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai survey yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengguna Facebook dan Twitter. Manifestasi terhadap media sosial pun semakin apik. Para developer media sosial berlomba-lomba memberikan inovasi agar orang Indonesia tetap bertahan. Sebagai contoh, Twitter yang semula hanya berkisar text dan foto, kemudian memberikan fitur video dan gif dengan mantap.

Baru-baru ini, Indonesia dimarakkan oleh kehadiran Steller, aplikasi media sosial terbaik dan menjadi yang paling banyak diunduh di Apple Store tahun 2014 silam. Steller berbentuk buku jurnal di mana orang dapat bercerita tentang apa saja dengan berbagai template yang telah disediakan. Banyak orang menyebutnya sebagai e-diary, karena melalui Steller, kita dapat mengkreasikan apapun menjadi sebuah cerita. Harmonisasi antara text, visual dan video menjadi penting. Tidak harus memakai ketiga elemen tersebut, kuncinya hanya ada pada bagaimana kita mampu merangkai sebuah cerita sehingga orang dapat merasakan langsung apa yang sedang kita ceritakan.

Di Steller, kita bisa memilih cerita-cerita yang sesuai dengan kegemaran kita. Kita dapat memberikan beberapa tagar agar cerita kita mudah ditemukan oleh pengguna lain. Tidak perlu khawatir, Steller memungkinkan kita menjadi pengguna aktif karena interaksi dapat terjalin dua arah dan kita tidak harus menjadi followers untuk dapat berinteraksi.

Sama halnya dengan media sosial lain, Steller dapat dihubungkan dengan media sosial lain seperti twitter dan Facebook. Sayangnya, hingga saat ini Steller baru dapat di-download di Apple Store. Sedangkan untuk android, baru tersedia versi beta dengan berbagai penyempurnaan aplikasi sehingga belum dapat diunduh. Namun, setidaknya kita masih dapat mencobanya melalui desktop.

Jadi, sudahkah kamu mencoba Steller? Sudah berapa cerita yang kamu hasilkan? Yuk, bagikan pengalamanmu kepada PRiders yang lain!

Penulis:

Retno Palupi

PR Consultant di AsiaPR

Gambar: Steller.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>