LONDON, Stigma Negative terhadap Islam Runtuh Perlahan
by , 9 June 2016
0
Walikota London

Sejak peristiwa pemboman di Paris beberapa waktu lalu, stigma negatif terhadap Islam di Inggris terus meningkat hingga 70%. Kontroversi terhadap Islam pun terus terjadi. Islam lekat diasosiasikan dengan terorisme dan kebiadaban terhadap umat manusia.

Keserahan umat Islam pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya stigma negatif tersebut. Umat muslim di Inggris yang hanya berjumlah 4.5% dari populasi penduduk merasa tidak bisa tinggal diam karena ketidaknyamanan semakin kuat.

Sejak awal tahun hingga sekarang, kampanye – kampanye sederhana untuk mengkampanyekan bahwa Islam itu damai masih terus berlangsung. Pada bulan Februari lalu, umat Islam di Inggris mengadakan kampanye #VisitMyMosque. Kampanye ini ditujukan kepada warna non muslim di seluruh Inggris. 90 masjid di Inggris telah dibuka untuk umum. Sangat sederhana, umat muslim mengajak warga non muslim untuk datang mengunjungi masjid di seluruh Inggris. Mereka diajak untuk menyaksikan bagaimana umat muslim melaksanakan sholat, mengaji dan berinteraksi satu sama lain. Ketika berada di masjid pun, umat muslim mengajak semua pengunjung untuk berinteraksi dan berdiskusi sehingga pengunjung merasakan kenyamanan berada di tengah umat non muslim. Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan antara lain mengapa wanita harus berjilbab dan mengapa pria muslim memiliki jenggot.

Hebatnya, kampanye tersebut diikuti dengan kemenangan Sadiq Khan sebagai walikota muslim pertama di London. Sadiq menang dengan mengusung visi misi tentang Kesatuan dalam Keragaman London menuju kota yang lebih baik serta dicintai seluruh warganya. Kemenangan Sadiq Kan tidaklah mudah mengingat dia adalah muslim dan ada banyak black campaign yang menyerang Sadiq terkait dengan keislamannya. Sejak awal kampanye, hal pertama yang dimunculkan oleh Sadiq adalah komitmennya terhadap keberagaman.

Terpilihnya Sadiq Khan sebagai Walikota muslim pertama London mampu menetralkan stigma negative yang menempel dengan Islam. Jelas sekali terlihat dari visi misi serta berbagai aksi yang sudah dilaksanakan, semua konsisten menjunjung tinggi diversity. Melalui diversity yang diusung, Sadiq ingin merangkul seluruh warga London sehingga tidak ada lagi stigma bahwa Islam adalah terorisme.

Retno Palupi

PR Consultant di AsiaPR

 

Gambar: twitter Sadiq Khan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>