Mengenal Jogja lewat Cinta dan Rangga
by , 23 May 2016
1
AADC Rangga dan Cinta Jogja

Memasuki pertengahan tahun 2016, industri perfilman tanah air diramaikan dengan hadirnya kelanjutan cerita roman Cinta dan Rangga yang telah berselang 14 tahun dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Pada tayangan perdananya, 28 April, film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini diputar di 183 layar kaca di berbagai kota di Indonesia dan sukses memecahkan rekor jumlah penonton film Indonesia terbanyak, yaitu 200.000 penonton. Tak hanya di tanah air, film ini pun sukses di macanegara dengan meraih 300.000 Ringgit Malaysia (1 Miliar Rupiah) pada hari pertama pemutaran film di 100 bioskop di negeri Jiran tersebut.

Selain alur cerita cintanya yang mendebarkan, film karya Riri Riza dan Mira Lesmana ini berhasil menarik perhatian para penonton dengan latar pengambilan film yang sangat kental dengan suasana Yogyakarta. Sebut saja seperti pemandangan, situs sejarah, pusat kuliner dan  tempat – tempat berkesenian dalam film tersebut berhasil membuat para penonton antusias untuk datang berkunjung melihat langsung tempat lokasi syuting. Tak elak hadirnya film karya anak bangsa ini berhasil mendongkrang kunjungan wisatawan Yogyakarta hingga mendapatkan komentar positif dari Kepala Dinas Pariwisata Dareah Istimewa Yogyakarta, Aris Riyanta.

Aris mengapresiasi film AADC 2 yang menurutnya secara tidak langsung akan meningkatkan pariwisata DI Yogyakarta. “Mempertontonkan destinasi berarti secara tidak langsung ikut mempromosikan wisata DIY. Orang menjadi curious untuk melihat secara langsung apa yang dilihat di layar lebar tersebut. Kayak apa sih sebenarnya yang dilihat tersebut. Semacam untuk membuktikan,” kata Aris seperti yang dikutip dari Merahputih.com

Peningkatan wisatawan sebagai dampak penayangan film AADC 2 telah dirasakan Sellie Coffee yang termasuk salah satu yang menjadi latar pengambilan film ini. Seperti yang dilansir oleh Merahputih.com, pemilik pengelola Sellie Coffee, Eko, mengakui setelah tayangan film AADC 2 pengunjung di kafenya meningkat hingga 50 persen. Sebelum tayang, pengunjung kafe hanya sekitar 50 hingga 60 orang. Setelah tayang, pengunjung bisa mencapai 80 hingga 90 orang perharinya. Jam buka kafe pun terpaksa ditambah, dari 7 jam menjadi 11 jam. Selain Sellie Coffee, ada juga destinasi kuliner lain seperti Klinik Kopi, Restoran Bu Ageng, Sate Klatak, Pak Bari, dan Lokal Resto.

Tempat wisata yang dahulu sepi, seakan terlupakan pun kini kembali hidup. Beberapa travel agent bahkan membuka jasa layanan wisata ke beberapa lokasi syuting AADC 2. “Betul, kami membuka layanan tersebut. Jadi inget film Laskar Pelangi yang booming itu. Kami coba buat jadi sebuah paket AADC 2 dengan pertimbangan suksesnya Belitung yang merupakan lokasi syuting Laskar Pelangi,” kata pemilik Abra Wisata, Hari Rachmadi seperti yang dikutip dari Tribun Jogja. Beberapa situs wisata yang ada di dalam film AADC 2 seperti Punthuk Setumbu, Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pasar Beringharjo, Pasar Prawirotaman, Kota Gede dan Candi Ratu Boko.

Travelling tidak diragukan lagi telah menjadi tren di kalangan masyarakat terutama kalangan muda tanah air. Seperti membaca peluang ini, AADC 2 menerapkan konsep pariwisata film dalam pembuatannya. Tak elak berbagai lokasi yang muncul sebagai latar film tersebut mendadak populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Mengunjungi lokasi yang terdapat dalam sebuah film masih menjadi perilaku masyarakat yang populer apalagi jika film yang diputar terbilang sangat populer.

Pada artikel berikut, penulis akan membahas tentang konsep pariwisata film sebagai strategi untuk mengkomunikasikan potensi wisata suatu daerah melalui industri kreatif dalam hal ini perfilman.

Penulis:

Anggitha Budi Caecilia

Mahasiswa Jurusan Public Relations

London School of Public Relations

Gambar: miles production

1 Comment

  1. Tempat-tempat yang bagus di Indonesia sebenarnya banyak yang belum tereksplorasi untuk diolah menjadi tempat wisata.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>