7 Point Penting agar Press release dimuat Media
by , 19 January 2016
0
media release

Salah satu elemen penting dari strategi Public Relations adalah press release yang digunakan oleh praktisi Public Relations untuk mendapatkan publikasi di media. Penulisan press release yang baik sering kali menjadi langkah awal agar perusahaan/organisasi lebih dikenal publik terutama apabila dimuat di media massa. Namun, mengingat jurnalis dibanjiri oleh berbagai berita setiap harinya, membuat berita kita menonjol dari yang lain sangatlah esensial.

Untuk itu, berikut adalah poin-poin penting yang harus diingat praktisi PR agar press release berhasil dimuat oleh media :

  1. News value dan news worthy.

Alasan utama media massa memuat press release adalah karena press release tersebut memiliki nilai berita dan berharga sebagai informasi yang layak muat. Pastikan press release kita memiliki nilai berita dan informasi yang berguna atau menarik bagi pembaca. Dengan kata lain, harus dipastikan bahwa press release kita relevan, tepat waktu, unik dan memiliki news value. Perlu diingat pula bahwa press release bukanlah sebuah berita promosi.

  1. Powerful Headline.

Headline adalah bagian yang sangat penting yang menentukan apakah press release layak dibaca atau tidak. Kita hanya memiliki beberapa detik untuk menarik perhatian jurnalis untuk membaca. Buatlah headline yang menarik perhatian dan mendorong jurnalis untuk membaca lebih lanjut. Selain menarik, headline pun harus akurat berdasarkan isi press release. Biasanya headline di ambil dari intisari paragraph pertama.

  1. Paragraf pembuka (lead) yang kuat.

Redaksi tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca seluruh isi press release, maka mereka harus tau dengan cepat apa isi keseluruhan press release yang diterima. Rahasia dari sebuah press release yang berhasil adalah isi paragraph pertama (lead) telah mencakup ringkasan dari keseluruhan informasi yang disampaikan. Unsur 5W+1H (What, where, when, who why dan how) di jelaskan dalam paragraph pertama ini. Pembuatan lead yang baik sangat penting untuk bersaing merebut perhatian jurnalis. Jurnalis dengan sekilas dapat melihat apakah press release tersebut layak muat di medianya atau tidak.

  1. Singkat, padat dan jelas.

Sebisa mungkin buatlah press release dalam satu halaman. Ini akan memaksa kita untuk menyingkat press release dengan informasi-informasi yang paling menonjol, sehingga press release kita akan lebih enak dibaca. Walaupun singkat, namun usahakan agar pembaca mendapat  gambaran yang jelas apa yang diuraikan dalam press release. Maka gunakanlah kata-kata, kalimat dan susunan yang sederhana.

  1. Tambahkan gambar.

Selain gambar logo perusahaan pada bagian atas press release, masukkan juga foto dengan kualitas tinggi yang tentunya berkaitan dengan berita. Gambar akan memperjelas gambaran mengenai seperti apakah event atau produk yang baru launching. Selain itu adanya gambar juga akan menambahkan karakter pada release dan membuat press release lebih menonjol baik pada media online atau media cetak. Ini pun memudahkan jurnalis agar mereka tidak perlu repot-repot menghubungi perusahaan untuk meminta foto yang terkait atau mencari foto pada sumber lain.

  1. Cantumkan kontak.

Kesalahan umum yang membuat press release tidak efektif adalah kurangnya informasi kontak yang dapat di follow up. Kadang press release hanya memuat informasi kecil, hingga jurnalis membutuhkan informasi lebih untuk membuat berita lebih berguna dan menarik. Jika mereka tidak tahu harus menghubungi kemana untuk mendapatkan informasi, mereka bisa mengembangkannya sendiri dari sumber lain yang belum pasti kebenarannya. Bahkan kurangnya informasi kontak dapat membatalkan niat jurnalis untuk memuat press release. Maka, praktisi PR harus siap memberikan keterangan tambahan guna memenuhi permintaan jurnalis. Cantumkanlah nama kontak, nomor telepon, dan email yang dapat dihubungi.

  1. Hubungan yang baik dengan media.

Selain kualitas press release sendiri, media masa memuat press release tidak lepas pula karena pembinaan hubungan baik praktisi PR dengan jurnalis dan redaktur. Disinilah peran penting media relations walaupun banyak organisasi yang tidak menyadari. Membina hubungan dengan pers tidak hanya dilakukan pada saat memberikan berita saja, namun ada atau tidak nya berita hubungan yang baik harus tetap terjalin. Dengan begitu, alur informasi antara praktisi PR dan media menjadi lebih lancar. Namun hubungan yang dibina pun harus tetap bersifat profesional, sehingga tidak menghilangkan tugas dari masing-masing profesi.

Penulis:

Septia Rahma Khairunnisa

Mahasiswi Jurusan Komunikasi

London School of Public Relations

Sumber gambarqadvertising.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>