Pemasar yang Tidak Tahu Pasar
by , 17 September 2015
0
optionsmarter(.)com

Dalam teori manajemen pemasaran, kita mengenal 4P (Product, Place, Price and Promotion). Walaupun telah banyak tokoh pemasaran dunia menambahkan elemen 4P tadi menjadi beberapa buah P lagi, tetapi hingga saat ini 4P ini tetap menjadi pertimbangan utama oleh pelaku pemasaran dalam dunia pemasaran. Yang unik adalah, 4P ini tidak hanya menjadi pertimbangan dari sudut pandang pemasar, melainkan juga masyarakat yang menjadi target kita.

Jika kita melihat dari sudut pandang masyarakat tentu kita akan lebih melihat kepada bagaimana kualitas produk, kemudian bagaimana mereka menaruh dan mendistribusikan produk tersebut dan tentu saja seharga berapa produk tersebut akan dapat kita miliki. Kemudian, barulah masyarakat akan mengakui bagaimana cara mereka mengenal dan terpengaruh untuk membeli produk kita. Belajar dari bagaimana masyarakat mepertimbangkan dan memutuskan pembelian produk, sebagai pelaku pemasaran kita harus mempertimbangkan satu dan lain hal untuk dapat melengkapi 4P tadi dalam kegiatan pemasaran.

Seringkali dalam menjalankan aktivitas pemasaran, kita sebagai pemasar melupakan satu elemen P sehingga menyebababkan strategi kita untuk dapat bertahan di pasar mampu disamakan bahkan dikalahkan oleh lawan sesama pemasar juga. Secara sederhana, jika kita pernah berkunjung ke salah satu pasar tradisional dan mendengar cerita bagaimana cara pemasar pada pasar tersebut mampu bertahan, mungkin kita akan mereasa iri dengan cara mereka dalam menjual produk. Pada  kegiatan jual beli dalam pasar tradisional, sang pelaku pemasaran juga bertindak sebagai penjual dan sangat memperhatikan bagaimana cara mereka mengemas produk agar mampu diingat dan juga pesannya, biasanya dalam bentuk ajakan atau teriakan dengan nada yang berbeda dari sesama penjual lainya untuk mempromosikan barang yang mereka jual. Nah, coba kita bandingkan dengan pelaku pemasaran di pasar yang sedang berkembang seperti saat ini. Apakah mereka memperhatikan 1 elemen P yakni promosi ini? Dan jika mereka memperhatikan elemen promosi tadi, apakah sudah melakukanya dengan benar ?

Dalam kegiatan promosi banyak cara yang dapat dilakukan oleh pemasar, tetapi belum semua pelaku pemasaran dapat mengunakan cara yang tepat serta memilih bentuk kegiatan yang sesuai, sehingga akan berdampak kepada pengeluaran biaya pemasaran yang begitu besar serta kurang efektif. Mungkin kita sedikit lupa dengan tujuan dari kegiatan promosi ini untuk mendapatkan apa dari target kita dan seringkali kita mengandalkan beberapa kegiatan yang sama untuk kegiatan promosi. Katakanlah bemodalkan anggaran dana yang bermilyar rupiah atau triliunan. Ketika kita membeli berbagai spot untuk pemasangan iklan pada televisi, atau juga dengan memborong seluruh space billboard, apakah itu sudah cukup menjangkau pasar?

PRiders, mari refleksikan cara pemasaran yang selama ini kita lakukan. Semoga kita tidak menjadi Pemasar yang tidak tahu pasar.

Penulis:

Sandi Novriadi (@SandiNovri)

PR Consultant di AsiaPR

Sumber gambar: optionsmarter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>