Tips Riset Strategis dalam Industri PR!
by , 9 August 2015
0
umich(dot)edu communication research

Dalam dunia Public Relations (PR) modern, riset menjadi sebuah prasyarat yang tidak terelakkan lagi. Hal ini dikarenakan fungsi riset yang cukup holistik dan vital dalam menghasilkan sebuah peta jalan (roadmap) komunikasi publik yang efektif bagi klien.

Riset merupakan usaha sistematik yang dilakukan sebelum atau pada saat dan/atau sesudah kegiatan komunikasi berjalan dengan tujuan untuk mencari tahu atau mengumpulkan fakta dan opini terhadap sebuah isu, kebutuhan, atau pertanyaan (Stacks,2010). Pemilihan metode riset tergantung pada kebutuhan dan tujuannya.

Berikut adalah beberapa tips menghasilkan riset PR yang efektif dan strategis bagi kebutuhan klien :

  1. Identifikasi Kebutuhan Klien :

Identifikasi kebutuhan klien dengan detail, misalnya pada saat meeting. Galilah sebanyak mungkin informasi dan jangan terlalu banyak bertanya agar tidak meninggalkan kesan “kurang pengetahuan”. Di akhir sesi, berikan konfirmasi ulang dan penekanan mengenai poin kebutuhan klien.

  1. Lakukan Pre-research Activity

Sebelum menyusun desain proposal riset, kitas wajib melakukan pre-research activity dengan mencari informasi riset sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya. Lihat dan petakan dengan baik temuan-temuan studi sebelumnya, apa metode dipakai dan di bagian atau isu apa hal tersebut belum banyak didalami. Ini bisa menjadi jendela peluang dalam mengembangkan riset. Data eksisting yang kuat dapat membantu kita menjawab pertanyaan klien (substantiate your claims) terhadap desain proposal yang diajukan.

  1. Pilih Metode yang Sesuai dengan Tujuan Riset dan Budget Klien

Setelah itu, tentukan metode riset yang tepat. Cocokkan kembali dengan tujuan awal riset dan jangan lupa pertimbagkann budget dari klien. Metode riset data primer yang menggunakan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion pasti akan lebih besar budgetnya daripada riset data sekunder dari artikel, buku,  jurnal dan pemberitaan di media.

  1. Susun Instrumen Riset yang se-“sensitif” mungkin

Susunlah instrumen riset yang se-“sensitif” mungkin, artinya harus dapat mengakomodir pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui riset. Banyak membaca buku atau informasi lain yang berkaitan dengan topik riset bisa membantu mengidentifikasi hal-hal yang perlu didalami melalui pertanyaan wawancara/kuesioner. Petakan juga stakeholder dengan cermat.

  1. Lakukan Kegiatan Riset secara Profesional dan Antusias

Lakukan kegiatan riset dengan profesional dan antusias. Bila kita memilih metode riset primer, maka datanglah tepat waktu pada saat janji wawancara dengan informan/ responden. Bila diperlukan, berikan souvenir kecil sebagai bentuk terima kasih atas waktunya. Namun, pastikan pemberian ini tidak melanggar peraturan perusahaan.

  1. Identifikasi “Window of Opportunity” dalam Analisis

Setelah melakukan proses pengambilan data, saatnya mengolah data dan melakukan analisis. Pastikan kamu melek isu dan kritis dalam melihat peluang rekomendasi (window of opportunity). Posisikan diri di posisi klien, sehingga dapat membayangkan masukan-masukan dan temuan macam apa yang lebih dibutuhkan klien.  Jangan ragu menambahkan sedikit sentuhan inovatif dalam poin rekomendasi, namun juga harus memperhatikan kesesuaian dengan visi misi organisasi klien.

  1. Lakukan Diseminasi Hasil Riset dengan Percaya Diri dan Meyakinkan

Terakhir, lakukan diseminasi hasil riset dengan percaya diri dan yakinkan di depan klien. Bila hasil riset menunjukkan hasil yang negatif, sampaikan kepada klien dengan cara yang membangun dan tidak ofensif, terutama bila subyek risetnya adalah klien internal. Berikan penekanan terhadap temuan dan rekomendasinya.

Penulis: Leonella Massardi

Peneliti komunikasi di AsiaPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>