Membangun Komunikasi di Organisasi Multikultur
by , 7 August 2015
1
principled(dot)com internal communication

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat memasuki lingkungan kerja yang baru adalah komunikasi. Ketika kita harus bekerja dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sebaiknya memperhatikan bagaimana berkomunikasi dengan rekan-rekannya. Adaptasi perlu dilakukan demi terbentuknya tim yang efektif.

Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi? Charlene M Solomon dalam bukunya “Managing Across Culture” menyatakan bahwa terdapat beberapa aspek yang membuat gaya komunikasi dari berbagai budaya menjadi berbeda, antara lain:

  1. Bahasa

Perbedaaan ini membuat baik karyawan pendatang maupun karyawan “tuan rumah” terhambat dalam saling memahami maksud sama lain.

  1. Langsung atau tidak langsungnya komunikasi

Orang dalam budaya komunikasi secara to the point terbiasa mengatakan apa yang mereka maksud secara gamblang dan singkat. Sebaliknya, orang dalam budaya dengan komunikasi tidak langsung memperhatikan bagaimana pesan disampaikan, elegannya sebuah bahasa, sehingga pesan tersirat sering mereka gunakan.

  1. Tinggi dan rendahnya konteks

Orang-orang dengan gaya komunikasi rendah konteks mengharapkan informasi secukupnya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Jika berlebihan, mereka justru akan bingung dengan banyaknya informasi. Sebaliknya, orang dengan gaya komunikasi tinggi konteks akan meminta gambaran utuh tentang seluruh proyek, peran mereka, serta peran-peran yang dimainkan orang lain di dalamnya.

  1. Komunikasi nonverbal

Penelitian menunjukkan bahwa 60-70% komunikasi merupakan komunikasi nonverbal dan hanya 7% yang merupakan komunikasi verbal. Budaya dengan komunikasi tidak langsung terbiasa lebih banyak menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara sebagai bagian dari sebuah pesan.

  1. Menghindari konflik dan menjaga kehormatan

Menghindari konflik dan menjaga kehormatan, dalam beberapa budaya, merupakan cara untuk menunjukan penghargaan serta menjaga harmoni dalam sebuah kelompok. Orang dari budaya ini terbiasa menunjukkan adanya keinginan untuk menghindari konflik dan menjaga kehormatan rekannya sebagai lawan bicaranya.

 

Penulis: Moh. Rieza Rakhman

Alumni Fakultas Psikologi UGM

Penyuka kajian psikologi sosial & perilaku konsumen

 

Sumber:

Solomon, Charlene M. & Schell, Michael S. (2009). Managing Across Cultures: The Seven Keys to Doing Business with a Global Mindset. New York: Mc Graw Hill.

Sumber gambar: principled.com

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>