Ramadhan berbumbu Politik
by , 18 July 2015
0
lebaran-730x536

Bulan Desember 2015 mendatang, telah diresmikan sebagai permulaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini artinya kurang dari satu tahun para politisi dan partai pengusungnya mengumpulkan suara dan dukungan dari masyarakat. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mensosialisasikan dan menarik simpati masyarakat, tak terkecuali dengan memanfaatkan momen Ramadhan tahun ini. Sejumlah politisi memanfaatkan bulan Ramadhan untuk melakukan sosialisasi program dan figur menjelang pelaksanaan.

Buka puasa bersama, memberikan ceramah dan taraweh bersama masyarakat merupakan kegiatan yang kerap dilakukan oleh para politisi dan partai untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.Seringkali kita juga melihat spanduk ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa atau ucapan Selamat Hari Raya menjelang Idul Fitri yang dikaitkan dengan partai atau calon kandidat tertentu bertebaran di jalanan maupun di situs-situs online.

Bahkan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menyiapkan agenda khusus di bulan Ramadhan 1436 H ini. Agenda ini dimulai dengan mengadakan Pawai Ramadhan bersama kader dan simpatisan, kemudian melaksanakan Safari Ramadhan di beberapa masjid dan menyelenggarakan Kampung Ramadhan di beberapa tempat. Dipaparkan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, DPP PKS Kota Medan juga menggelar kegiatan mengumpulkan infaq dan sedekah, buka puasa dan sahur bersama masyarakat dan kaum dhuafa di Kota Medan. Kemudian pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan melaksanakan i’ktikaf di masjid masing-masing wilayah cabang PKS.

Sementara itu DPP Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) juga memprogramkan kunjungan ke komunitas warga di 14 kecamatan se-Kota Makassar dengan mengadakan acara buka puasa dan sahur bersama di rumah salah satu warga. Politisi Partai Golkar Sulsel juga melakukan hal yang sama, selain melakukan sahur bersama, juga menyebar brosur jadwal puasa dan kalender sebanyak 100 ribu lembar.

Memanfaatkan momentum Ramadhan menjadi strategi bagi calon kandidat dan partai yang turut serta dalam Pilkada serentak 2015 untuk memperkenalkan figur dan program partai serta untuk menyaring simpati masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan oleh tim partai atau kandidat ini kaitannya erat dengan kegiatan pemasaran politik (political marketing), hal tersebut mengingat persaingan panggung politik yang semakin ketat karena berlangsungnya sistem multi partai dan pemilihan serentak mendatang. Harusnya momentum Ramadhan ini digunakan untuk berbagi kebaikan, meningkatkan silaturahmi dengan masyarakat dan meningkatkan amal ibadah dengan tulus dan khusyuk tanpa embel-embel politik.

Sumber gambar: jakartakita.com

Penulis: Ayu Seger Miranda Pamungkas

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>