Jokowi Diingatkan tentang Content Planning
by , 23 June 2015
0
Jokowi

Pada 20 Juni 2015 lalu, Presiden Indonesia, Joko Widodo menyapa netizen melalui akun twitternya @jokowi. Kicauan tersebut adalah yang pertama kali semenjak menjadi Presiden Indonesia.

Kicauan ini sekaligus menjawab keraguan netizen tentang keaslian akun @jokowi_do2. Akun ini sempat aktif berkicau menjelang pemilihan presiden Indonesia. Padahal beberapa waktu sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto sempat mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak memiliki akun di media sosial, baik itu Twitter maupun Facebook.

Netizen sendiri sempat dikagetkan karena merasa tidak pernah mengikuti akun bernama @jokowi tersebut, ternyata setelah dicek, akun tersebut sudah eksis sebelumnya dengan nama @jokowi_do2 dan kini berganti nama menjadi @jokowi. Wajar saja jika saat ini akunnya sudah memiliki followers sebanyak 2,92 juta.

Pengamat media sosial, Enda Nasution menyambut positif langkah tersebut sebagai upaya untuk berinteraksi dengan publik.

“Sekarang sudah jelas bahwa ini merupakan akun Jokowi dalam kapasitasnya sebagai presiden. Dan kita bisa berharap, semoga ini menjadi jalur komunikasi yang baik antara presiden dengan publik.” Kata Enda seperti yang dikutip dari bbc.com

Enda juga menyarankan presiden beserta timnya untuk menyiapkan content planning (perencanaan isi) untuk akun tersebut. Enda juga mengingatkan agar presiden berhati-hati karena apa yang dikicaukan merupakan pernyataan resmi. Isi-isi kicauan perlu dipersiapkan sebelum disebarkan.

Penekanan Enda pada perencanaan isi memang penting mengingat beberapa pernyataan Jokowi yang keliru, misalnya tempat lahir Bung Karno. Jika kekeliruan tersebut terjadi di media online maka akan dengan cepat tersebar dan menjadi bahan ejekan para Netizen. Selain itu, Enda Nasution juga mengatakan bahwa akun resmi ini tentu menuntut Presiden Jokowi untuk lebih sigap dan tanggap terhadap kejadian aktual.

“Misalnya ada bencana alam, ada bentrokan tertentu, presiden harus cepat merespons. Dengan demikian publik diyakinkan bahwa pemimpinnya memang bekerja, mengikuti persoalan, serta punya hati nurani.” Tegas Enda

Yang menjadi tantangan dari Jokowi adalah memastikan agar media sosialnya dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh Jokowi untuk menampung suara publik. Selain itu, Jokowi dan timnya lebih memperhatikan konten atau isi yang ingin disebarkan dengan mempertimbangkan berbagai risiko tersebut.

Sumber gambar: Akun twitter Jokowi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>