Ketika Brand Mulai Menua
by , 23 March 2015
0
Branding-Strategies

Pernahkan PRiders menggunakan suatu merek produk yang saat ini tidak lagi ditemukan di pasaran? Jika pernah, menurut PRiders kemanakah merek atau brand tersebut sekarang? Sebut saja kosmetik Avon atau sepatu Pro ATT. Ada yang pernah dengar? Jangka waktu yang lama ternyata mampu mempengaruhi keunikan dan kualitas dari brand.

Menurut PRiders, apakah brand dapat bertahan lama? Dalam hal ini, seorang psikolog menganalogikan reduksi kualitas suatu identitas brand oleh waktu sebagai “Identity crisis.” Brand atau merek merupakan aset sehingga perusahaan selalu berusaha agar brand tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Seringkali perusahaan kurang menyadari akan “siklus kehidupan” brand atau brand life cycle. Sebenarnya hal inilah yang menyebabkan penjualan dapat menurun atau terlalu pasif dalam jangka waktu yang lama.

Dengan kata lain, brand memiliki siklus kehidupan yang jika tidak direvitalisasi melalui berbagai inovasi akan “menua” dan dapat dilupakan oleh masyarakat sehingga dapat membuat pendapatan semakin menurun bahkan memiliki kemungkinan tidak digunakan lagi oleh masyarakat. Hal ini perlu diperhatikan, walau kemungkinan akan terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Penuaan brand dapat disebabkan oleh menurunnya brand equity yang dapat dilandasi beberapa faktor seperti kurangnya penghargaan dari konsumen karena kurangnya inovasi, produktivitas dan aktivitas komunikasi sehingga menciptakan jarak antara brand dan konsumen. Selain itu, faktor distribusi juga menjadi salah satu penyebab turunnya brand equity.

Untuk mengantisipasi “penuaan” merek atau brand aging maka diperlukan langkah untuk merevitalisasi brand atau rejuvenating a brand. Melakukan revitalisasi bukan berarti memunculkan sesuatu yang lama dengan bentuk yang baru,  melainkan brand tersebut harus menemukan diferensiasi serta lebih kompetitif dalam mengalami perubahan yang lebih baik. Beberapa brand yang bertahan lama hingga saat ini masih eksis seperti Coca Cola, KFC Aqua, Starbucks dan lain-lain selalu melakukan revitalisasi baik dari sisi value, logo, pelayanan hingga inovasi produk.

Seperti apa saja bentuk bentuk revitalisasi brand? Revitalisasi yang mungkin untuk dilakukan antara lain Mendefiniskan Ulang Esensi Brand, Revitalisasi Melalui Perubahan Target Konsumen, Revitalisasi Melalui Perubahan Distribusi, Revitalisasi Melalui Inovasi, Revitalisasi Melalui Segmentasi, Revitalisasi Melalui Opinion Leader, Revitalisasi Komunikasi Melalui Pendekatan 360 Derajat dan Mengubah Model Bisnis.

Bagaimana, PRiders? Apa rencana anda untuk membuat brand anda tetap eksis hingga masa ke masa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>