Mengupas CSR dalam Konsep dan Sejarah
by , 5 January 2015
0
CSR-Mengupas CSR dalam Konsep dan Sejarah

Kita sering mendengar perusahaan yang memiliki program CSR. Namun, apakah sebenarnya CSR itu? Corporate Social Responsibility (CSR) sering diidentikan dengan kegiatan sosial suatu perusahaan, bahwa suatu perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga harus memiliki nilai-nilai sosial. Apalagi ada peraturan yang mengatur mengenai kegiatan CSR sebuah perusahaan yang terdapat dalam Pasal 74 UUPT. Aturan ini menyebut CSR sebagai komitmen perseroan untuk turut berperan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, maupun komunitas setempat.

Saat ini setiap perusahaan, khususnya perusahaan besar berkompetisi secara tidak langsung melakukan kegiatan CSR dengan berbagai bentuk yang menarik dan kreatif, sehingga bukan hanya pesan sosial yang berusaha disampaikan sebuah perusahaan kepada publik. Melalui aktivitas CSR, sebuah perusahaan bukan hanya melakukan sebuah kewajiban dan tanggung jawab, melainkan juga meningkatkan image perusahaan itu sendiri di mata publik.

Pasti PRiders sering mendengar istilah CSR, atau bahkan berpastisipasi aktif melakukan kegiatan CSR. Namun apakah PRiders tahu kapankah CSR lahir dan mulai populer di kalangan masyarakat? Kelahiran CSR berkaitan erat dengan kehadiran buku John Elkington yang berjudul Cannibals With Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) yang semakin memopulerkan istilah CSR yang mulai digunakan pada tahun 1970. Dalam buku tersebut, Elkington mengemas CSR dalam tiga fokus yang biasa disingkat 3P, profit, planet dan people. Menurut Elkington, perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi (profit) saja, melainkan pula harus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan (people).

Di Indonesia, CSR mulai marak digunakan pada tahun 1990. Pada tahun sebelumnya sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan nilai-nilai sosial, namun belum memakai istilah CSR. Pada saat itu perusahaan mengembangkan nilai sosial yang mengarah kepada filantropi dan pemberian sumbangan kepada pihak-pihak yang membutuhkan atau tanggungjawab sosial kepada lingkungan. Kini, perkembangan CSR sudah semakin meningkat dan makin kreatif dengan menyesuaikan pada kebutuhan perusahaan masing-masing.

Selama ini, secara teoritis CSR memiliki beberapa kategori pendekatan, yaitu: pasif, reaktif, aktif, dan proaktif. Dalam pendekatan pasif, perusahaan menunggu sampai ada tekanan oleh otoritas dan pemangku kepentingan lain baru kemudian merespon tuntutan mereka dengan kegiatan CSR. Melalui pendekaran reaktif, perusahaan melakukan CSR untuk mencegah potensi risiko ekologi dan sosial yang dapat mengganggu nilai atau reputasi perusahaan.

Dalam pendekatan aktif, perusahaan menyadari bahwa tanggung jawab sosial perusahaan menawarkan peluang strategis di pasar. Produk baru, layanan dan teknologi dapat menimbulkan bidang usaha baru. Karenanya perusahaan lebih aktif untuk melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Sedangkan dalam pendekatan proaktif, perusahaan sangat memperhitungkan kebutuhan yang ada, tetapi juga membentuk cara hidup yang berkelanjutan dan bisnis bersama dengan para pemangku kepentingan. Karenanya konsep CSR yang dilaksanakan sifatnya berkelanjutan dan berdampak lebih panjang bagi perusahaan.

Bagaimana PRiders? Semakin tertarik dan tertantang untuk berperan aktif dalam dunia CSR? <IK>

referrences:

  • http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2283794-sejarah-dan-perkembangan-corporate-social/#ixzz35gtYdW8j
  • http://www.psychologymania.com/2012/11/pengertian-corporate-social.html
  • http://research-methodology.net/approaches-to-csr/

image source: re-emergingworld.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>