Tren Komunikasi Internal 2014
by , 29 September 2014
0
Internal PR-Tren Komunikasi Internal

Sebelum membaca artikel ini, sejauh mana pemahaman PRiders tentang komunikasi internal perusahaan. Adakah konsep unik yang bisa di-share?

Nah, mari berkenalan dengan konsep komunikasi internal yang bisa jadi pilihan untuk diaplikasikan. Komunikasi intenal di dalam sebuah organisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan menggunakan bermacam alat komunikasi.

Mari kita lihat apa saja 3 tren komunikasi internal 2014 menurut Shel Holtz:

  1. Mobile

Tren smartphone yang sedang mewabah di Indonesia membuat kebanyakan orang berbondong-bondong memiliki gadget canggih ini. Fitur-fitur yang disediakan tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga membantu dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya, dengan aplikasi chat yang disediakan (WhatsApp, LINE, dan Blackberry Messenger), karyawan dapat bergabung dengan sebuah grup dengan anggota yang sudah dipilih dan berkomunikasi tentang banyak hal.

Inilah yang menjadi tren saat ini bahwa untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, baik top-down dan bottom-up ataupun peer-to-peer, tidak lagi sebatas menggunakan email atau memo, melainkan cukup mengirimkan pesan di sebuah grup aplikasi chat dimana semua rekan bergabung di dalamnya. Kapasitas grup ini tidak terlalu besar, sehingga cara ini lebih cocok digunakan oleh sebuah divisi atau departemen.

  1. Video

Model komunikasi ini sudah banyak diaplikasikan. Salah satunya oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia yang menggunakan video sebagai salah satu alat komunikasi internal. Beberapa video bahkan diunggap di Youtube untuk meningkatkan amplifikasi pesannya.

Video, seperti halnya Youtube, memungkinkan karyawan untuk mencari dan melihat tayangan video secara personal. Tidak hanya itu, mereka juga dengan leluasa dapat memberikan komentar, men-tag teman-temannya, dan berbagi informasi dan pengetahuan yang dimiliki untuk memperkaya pesan dalam video tersebut.

  1. Communicating for Engagement

Kedekatan dan kepedulian menjadi dua kata kunci lain untuk menciptakan suatu tim yang solid. Komunikasi internal berhubungan dengan strategi efektif memaksimalkan potensi tim. Dalam sebuah tim, kita tidak lagi melihat kompetensi personal dari masing-masing individu, yang penting adalah bagaimana tim dapat bersinergi dengan baik.

Tingginya engagement memungkinkan karyawan merasa ikut memiliki perusahaan (sense of belonging). Engagement dapat diberikan dengan sekedar menghafal nama, menyapa di pagi hari, membantu pekerjaan, hingga memberikan hadiah ultah atau bonus prestasi.

Nah, kira-kira tools mana yang paling cocok untuk perusahaan PRiders? Silahkan diputuskan! <LK>

image source: headlines.uk.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>