Ketika CSR Bergeser Menjadi CSV
by , 12 May 2014
0
4-CSR-Shutterstock-CSR to CSV

Pernahkah PRiders mendengar tentang konsep Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini diterapkan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya bagi lingkungan sekitar? Selama ini mungkin PRiders mengetahui bentuk CSR yang diterapkan perusahaan atau organisasi hanya sebatas pemberian charity, pemberian beasiswa bagi masyarakat dan hal-hal semacam itu. Beberapa tahun terakhir CSR mulai dikembangkan untuk lebih menyentuh masyarakat, tidak sebatas aspek kognisi saja, melainkan bisa menyentuh ranah afeksi.

Konsep CSR yang dikembangkan pun mulai mengarah kepada CommDev (Community Development) di mana perusahaan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh komunitas / masyarakat target perusahaan. Tingkat engagement dari masyarakat dengan brand /perusahaan semakin meningkat karena program yang dihasilkan lebih bersifat dua arah. Partisipasi masyarakat dalam program yang dibuat menjadi lebih tinggi dan aktif. Bahkan ada beberapa perusahaan yang melibatkan secara aktif program CommDev yang dilakukan perusahaan. Hal ini bukan pekerjaan mudah bagi perusahaan, sehingga ada beberapa perusahaan yang menjadikan CSR /CommDev ini satu divisi /bagian tersendiri, entah di dalam divisi Public Relations atau terpisah.

Seperti mengutip pendapat Yuswohady dalam situsnya yuswohady.com, Beliau mengatakan bahwa “by default, business must be an economic, social, and environmental problem solver.” Menurutnya, hal ini haruslah menjadi “Pancasila”-nya setiap pelaku bisnis. Ditambah lagi, menurutnya, kemalangan terbesar pelaku bisnis jika perusahaan tersebut egois dalam mengeruk keuntungan tanpa mau tahu bahwa kemiskinan, kriminalitas, korupsi, dan degradasi lingkungan menjadi kanker mematikan di masyarakat dan lingkungannya. Kini bisnis tak bisa hidup di ruang vakum, ia harus peduli.

Segala bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap masyarakat di lingkungannya, entah berbentuk CSR, CommDev ataupun bentuk lainnya adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Jika tidak dilakukan, PRiders bisa menilai bahwa perusahaan atau organisasi tersebut tidak menuntaskan kewajibannya, ia hanya mengeruk keuntungan dengan membangun perusahaan tersebut.

Kini, bentuk tanggungjawab perusahaan tersebut telah semakin berkembang lebih kreatif dan istilah tersebut bergeser menjadi Creating Shared Values (CSV). Apa itu CSV? Meminjam definisi yang diberikan Yuswohady, Creating Shared Value (CSV) adalah sebuah konsep yang mengharuskan perusahaan memainkan peran ganda untuk menciptakan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) secara bersama-sama (shared), tanpa ada salah satu yang diutamakan atau dikesampingkan. Memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan bukanlah pekerjaan sampingan, tapi haruslah tertanam di dalam jantung strategi perusahaan.

Bentuk CSV sejauh ini merupakan bentuk yang cukup ideal sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di lingkungan perusahaan khususnya dan masyarakat makro pada umumnya. Kegiatan CSV ini memiliki beberapa perbedaan dengan CSR. Kegiatan CSV berjangka panjang dan lebih menyentuh ranah strategic perusahaan. CSV juga memberikan keuntungan secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Hal yang dilakukan dalam CSV juga terintegrasi dengan nilai positif yang menjadi “nafas” perusahaan. Ibarat perusahaan “menebar” kebaikan bagi lingkungan sekitar, yang berasal dari nilai utama perusahaan dan tidak sekedar ter-cover topeng “kepura-puraan” akan pemenuhan tanggungjawab perusahaan.

Lain waktu, akan dibahas lebih detail tentang CSV. Atau adakah diantara PRiders yang ingin share tentang pelaksanaan CSV? <AP>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>